Menengok Nasib Para Pemain Rekrutan Muda di Liga Utama Inggris

Menengok Nasib Para Pemain Rekrutan Muda di Liga Utama Inggris

Menengok Nasib Para Pemain Rekrutan Muda di Liga Utama Inggris

Liga Utama Inggris selalu menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi para pemain muda. Sampai musim ini, sejumlah pemain muda di sana berhasil membuktikan bahwa mereka memang layak untuk direkrut oleh klub bersangkutan. Meski demikian, tidak semua pemain muda yang awalnya terlihat sangat berbakat bisa membuktikan reputasi mereka sampai hari ini.

Debutan Termuda di Masanya

Banyak klub besar di Liga Utama Inggris yang rela menggelontorkan dana besar demi memperoleh pemain muda berbakat. Arsenal adalah salah satu klub yang cukup getol mengincar nama-nama muda demi memperkuat skuad masa depan mereka. Salah satu rekrutan termuda mereka ialah Jack Wilshere. Pemain ini direkrut oleh The Gunners sewaktu masih berusia 17 tahun. Kehadirannya pertama kali langsung mencolok perhatian karena ditunjuk oleh Wenger untuk menggantikan peran Persie sewaktu melawan Blackburn Rovers.

Bagaimana nasibnya sekarang? Wilshere nampaknya sedikit sial karena berkali-kali mengalami cedera dalam waktu yang lumayan panjang. Sementara itu, karirnya juga tak mengalami kemajuan signifikan sehingga nyaris tidak ada kesempatan bermain bersama tim utama. Walau memegang rekor sebagai pemain termuda, ia sepertinya masih harus menunggu waktu yang lebih lama.

Merekrut pemain muda bukanlah tradisi yang aneh dalam liga-liga Eropa. Di akhir 90-an, Chelsea pernah memiliki sosok Jody Morris. Ia sebenarnya satu angkatan dengan John Terry namun punya nasib berbeda. Pernah menyandang status sebagai pemain termuda di masanya, dengan usia masih 17 tahun saat melakukan debut di Chelsea. Tapi ia akhirnya berkarir di sejumlah klub lain seperti Bristol City, Millwall, Rotherham, dan Leeds United.

Bertahan dengan Reputasi

Tahun 2008 silam, publik Liga Inggris sempat terpukau dengan penampilan Jose Baxter. Waktu itu, ia merupakan rekrutan termuda Everton karena masih berusia 16 tahun saat menghadapi Blackburn Rovers. Bahkan ia adalah starter termuda saat itu. Namun pada rentang perjalanan selanjutnya, ia tak menjadi pilihan pertama dalam skuad Everton.

Sekarang ini, Baxter bermain untuk Sheffield United. Penampilannya cukup bagus dengan statistik yang lumayan. Setidaknya, ia masih bisa membuktikan bahwa dirinya memang layak bermain di Liga Utama Inggris.

Contoh debutan lainnya yang direkrut waktu masih muda adalah Emile Heskey. Tahun 1995 silam, ia adalah pemain muda berusia 17 tahun yang mengawali karir di Leicester City. Selama bermain untuk klub ini, ia telah mencetak 33 gol. Karirnya terus berlanjut di Liga Utama Inggris bersama beberapa klub seperti Aston Villa, Wigan, Birmingham, dan Liverpool. Menjelang masa pensiunnya, ia kini bermain di Championship Bolton.

Liverpool pernah merekrut Jack Robinson yang masih berusia 16 tahun pada tahun 2010. Sayangnya, ia dianggap masih belum cocok untuk masuk dalam skuad utama. Ia pun sempat dipinjamkan ke Wolves dan Blackpool. Tapi masa depannya masih panjang karena usia yang masih muda. Sekarang ini, Robinson bermain untuk Championship QPR.

Manchester City dikenal sebagai salah satu klub yang paling sering berbelanja pemain baru. Salah satunya adalah Micah Richards. Tahun 2005, ia bergabung dengan klub ini pada usia 17 tahun. Sebetulnya ia sudah resmi ditarik klub semenjak usianya masih 10 tahun. Musim 2014/2015, ia dipinjamkan ke Fiorentina dan akhirnya pulang ke Inggris dengan klub barunya Aston Villa. Di klub inilah ia sekarang menjadi kapten tim.

Mengabaikan MU dengan gudang pemain mudanya jelas merupakan kesalahan. Klub ini pernah merekrut Federico Macheda yang masih berusia 17 tahun pada 2009 silam. Sempat diramalkan bakal jadi salah satu pemain besar, ia ternyata gagal memenuhi harapan tersebut. Bahkan ia beberapa kali dipinjamkan ke klub lain termasuk di Serie A Italia. Kini, ia bergabung bersama Cardiff City.

Nasib para pemain rekrutan yang berusia masih muda memang masih belum bisa diprediksi secara pasti. Menjelang berakhirnya masa bursa musim panas musim ini, lebih baik tidak melakukan spekulasi karena musim yang dijalani semakin ketat dan kompetitif. Namun tren pembelian pemain berusia muda tidak akan pernah memudar karena itu ibarat memasang taruhan yang bonusnya akan berlipat besar.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *